Single News

Peminat Membludak, AKOM Batasi Jumlah Penerimaan Mahasiswa Baru

Chief Executive Officer AKOM Fajar Rachmat saat memberikan sosialisasi di SMKN 1 Taliwang KSB.

SUMBAWA- Peminat untuk berkuliah di Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM) Sumbawa semakin tinggi. Untuk tahun ajaran 2025-2026 tercatat mencapai 500 mahasiswa. Jumlah ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 400 mahasiswa.

Jumlah ini didominasi oleh Program studi Teknik Alat Berat yang mencapai 350 mahasiswa. Selebihnya adalah mahasiswa program studi Teknik Energi Terbarukan (TET) dan Agribisnis Unggas.

Chief Executive Officer (CEO) AKOM Fajar Rachmat, S.I.Kom mengatakan, pihaknya akan membatasi jumlah mahasiswa baru tahun ajaran baru mendatang. “Ini untuk menyeimbangkan rasio mahasiswa dengan sumberdaya yang dimiliki oleh AKOM,” kata Fajar seusai kegiatan Sosialisasi di SMAN 1 RHEE, Rabu (12/2/26)

Menurutnya, antusiasme lulusan SMA SMK sederajat untuk berkuliah di AKOM sangat tinggi. Diperkirakan karena isu akan mulai beroperasinya perusahaan tambang emas dan tembaga PT AMNT di blok elang Dodi-Rinti Kabupaten Sumbawa 2030 mendatang.

Selain itu, ada banyak lulusan SMA SMK sederajat yang belum mampu untuk berkuliah mengejar sarjana . “Mereka inginnya kuliah yang singkat agar cepat dapat kerja. Cepat bersaing di dunia kerja,” katanya.

Kehadiran AKOM adalah untuk mengakomodasi lulusan SMA SMK sederajat yang ingin cepat kerja ini. AKOM mengajarkan keterampilan yang tidak dipunyai oleh perguruan tinggi lain. 

“Di AKOM mengajarkan menjadi operator alat berat. Seperti Excavator Wheel Loader, hingga dumptruck,” ungkapnya. Sementara di Teknik Energy Terbarukan mengajarkan keterampilan di bidang kelistrikan tenaga Surya , bongkar pasang AC , instalasi perpipaan atau plumbing.

Sementara di Prodi Unggas mengajarkan keterampilan menjadi peternak unggas yang profesional. Untuk diketahui, di kabupaten Sumbawa sekarang ada proyek bernilai puluhan triliun yakni Unggas terintegrasi. Selain itu, mendukung program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG). Tentu ini menjadi peluang besar bagi peternak unggas. (yes)