Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi meluncurkan program beasiswa Kartu Sumbawa Pintar (KSP) guna memastikan anak-anak daerah tidak kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi akibat keterbatasan ekonomi. Penandatanganan MoU dan penyerahan simbolis kartu tersebut dilakukan oleh Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, bersama pimpinan perguruan tinggi di Kantor Bupati Sumbawa pada Senin, 20 Juli 2026.
Chief Eksekutif Officer Akademi Komunitas Olat Maras AKOM Fajar Rachmat menandatangani Langsung MoU dengan Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot di aula lantai III Kantor Bupati. Selain AKOM, sejumlah perguruan tinggi juga mendapatkan bantuan beasiswa yang sama dari Pemda Sumbawa. Mereka adalah STAIS, UTS, STIKES, Unsa dan Unram.
Pada tahap awal ini, sebanyak 459 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tercatat sebagai penerima manfaat. Bantuan ini disalurkan kepada 101 mahasiswa AKOM, 213 mahasiswa UTS, 78 mahasiswa Universitas Samawa, 40 mahasiswa STAIS, 15 mahasiswa Universitas Mataram, serta 12 mahasiswa STIKES.
Bupati menegaskan bahwa peluncuran KSP merupakan wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai misi utama untuk mewujudkan visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera. Kebijakan ini diharapkan menjadi langkah awal yang sistematis untuk mencetak generasi berkualitas di Kabupaten Sumbawa.
Pemerintah juga meluruskan bahwa KSP bukanlah kartu ATM atau alat transaksi keuangan, melainkan kartu identitas resmi penerima beasiswa. Keberadaan kartu ini bertujuan untuk mempermudah pendataan, menjaga tata kelola program agar transparan dan akuntabel, serta memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
Menutup rangkaian acara, Bupati berpesan agar para mahasiswa memanfaatkan bantuan tersebut dengan penuh tanggung jawab sebagai amanah untuk belajar sungguh-sungguh. Para penerima diharapkan mampu meningkatkan prestasi, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Tau Samawa, serta kelak kembali mengabdi untuk membangun daerah.
“Bagi saya, hari ini bukan sekadar peluncuran sebuah kartu. Yang kita luncurkan adalah sebuah ikhtiar, sebuah komitmen pemerintah daerah agar anak-anak Sumbawa tidak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi,” tegasnya
Keberadaan kartu tersebut diharapkan mempermudah pendataan, meningkatkan tata kelola program beasiswa agar lebih tertib, transparan, akuntabel, serta memastikan bantuan tepat sasaran.